8 August 2009

Seminggu Yang Sedih

Cukup lama saya tidak menulis disini. Karena kesibukan dan banyak persoalan yang harus diselesaikan. Alhamdulilah beberapa karya telah 'lulus' dan siap di kerjakan. Dalam kesibukan itu saya bertemu dengan beberapa kawan. Kawan seprofesi meski lain jurusan. Namun pertemuan itu hanya berlangsung singkat. Sebab beberapa hari kemudian saya tidak akan pernah bertemu lagi untuk selamanya.

Seminggu terakhir ini kita digemparkan dengan berita duka yang datang bertubi-tubi. Menghiasi layar kaca dan lembaran media cetak. Radio-radio juga ikut memberitakan. Mbah Surip meninggal mendadak... Duerrrr...!. Hati saya seketika galau. Sedih tak terkira...

Dan dua hari kemudian... penyair hebat WS Rendra meninggal dunia juga... Sedih rasanya, walaupun kematian Rendra bukan sebuah 'kejutan' sebab beliau sudah lama menderita penyakit dan harus opname di rumah sakit. Namun kepergian beliau menyisakan kesedihan yang mendalam.

Dua orang seniman tersebut seakan tidak akan pernah tergantikan. Seniman 'nyentrik'. Mbah Surip nyentrik dengan penampilan dan lagu-lagunya, dia melawan arus yang ada... dan... berhasil... laku keras meskipun dengan perjuangan yang teramat panjang.

Rendra.. hmmm... luar biasa. Dia penyair yang berani mendobrak pintu ketidakadilan meski penjara menjadi hukumannya. Dia memberi inspirasi banyak orang. Rendra juga melawan arus yang ada. Dia memberontak disaat yang lainnya tunduk ketakutan.

Selamat jalan kawan-kawan. Semoga amal kebaikan kalian mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT... Sungguh kalian tak akan pernah tergantikan....


Selengkapnya...

21 July 2009

Bomber Siluman

Kita semua termasuk mbah sudah tentu bosen dengan bom-bom-an. Capek, jenuh mendengar berita itu. Tapi yang paling mbah bosen adalah kok yang dituduh sebagai pelakunya hanya orang yang itu-itu saja. Apa nggak ada yang lain?. Apa hanya mereka yang bisa bikin bom dan meledakannya di tempat strategis?

Jujur saja, sejak bom terakhir di hotel JW Marriot dan hotel Ritz Carlton di Jakarta hari Jumat kemarin (17/07), mbah semakin sangsi kalau otak pelakunya adalah orang yang bernama Noordin M Top. Bisa jadi manusia itu tidak ada dan tidak pernah dilahirkan didunia ini. Bisa jadi nama itu adalah nama rekaan, dan foto yang disebar luaskan adalah foto rekayasa. Lalu nama itu dikaitkan dengan jaringan JI. Kelompok itu bisa juga tidak pernah ada dan dibuat-buat. Lalu media massa mem-blow up berita ini dan menggiring opini masyarakat bahwa pelaku tindakan keji itu adalah mereka dan kelompoknya.

Pemikiran mbah sederhana saja. Bisa jadi kekuatan asing yang melakukannya atas restu pemerintah. Untuk apa? ya untuk kepentingan mereka sendiri. Untuk uang dan kekuasaan. Kemudian mereka menciptakan nama dan kelompok khayalan agar publik semakin yakin orang-orang itulah pelakunya. Kambing hitam istilahnya.

Banyak teori konspirasi yang mbah baca mengenai bom-bom an di Indonesia. Dan kalau dipikir juga masuk akal. Negara Indonesia adalah negara yang strategis. Semua berebut untuk menguasai republik ini. Kalau melalui invasi atau perang seperti yang dilakukan amerika di Iraq memang hampir tidak mungkin. Maka mereka menguasai pucuk kekuasaan, menyerang dengan kehancuran ekonomi, merusak moral rakyat dan dilanjutkan dengan bom sebagai bumbunya. Dan manusia-manusia 'siluman' diciptakan sebagai kambing hitam. Dan ini berhasil 'menipu' masyarakat yang akhirnya meyakini bahwa merekalah pelakunya serta tindakan dan paham yang dianut adalah salah.

Lucunya kenapa bom di Indonesia menjadi berita yang menggemparkan (dengan tidak mengurangi rasa simpati, bom di sini termasuk kecil dan korbannya juga termasuk sedikit dibanding kerusakan dan korban jiwa di Irak, Afghanistan, Palestina, dll). Sedangkan pembantaian yang dilakukan terang-terangan oleh tentara Amerika dan sekutunya atas perintah kaum laknat yahudi Israel terhadap warga sipil termasuk wanita dan anak-anak disegenap penjuru dunia malah dibiarkan dan dianggap biasa dan tidak dibesar-besarkan. Ini semua peran media massa. Media disini sudah disetir oleh kepentingan asing. Sehingga yang diberitakan adalah berita yang tidak merugikan mereka.

Kalau semua ini benar, maka betapa bodohnya rakyat Indonesia yang menerima mentah-mentah penggiringan opini itu tanpa pernah menganalisa dan belajar lebih jauh. Dan betapa bodohnya kita semua yang lantas menghakimi dan memberi cap buruk kepada paham tertentu sebagai paham yang ngawur.

Mbah justru memberi cap 'the real terrorist' adalah kaum yahudi israel dengan Amerika sebagai gundiknya. Dan penegak hukum kita justru sekolah dinegara mereka. Sekolah dinegara pusatnya teroris dunia yaitu Amerika. Dan hebatnya lagi, Amerika juga memberi dana yang luar biasa besar kepada kepolisian kita. Lucu ya. Teroris mendanai kita untuk membasmi terorisme. Dengan kata lain, Amerika memberi dana kepada Indonesia untuk memberantas tindakan terorisme yang dilakukan Amerika sendiri kepada Indonesia. Bagaimana jadinya? wah..

Mbah sering berpikir, bagaimana nasib mereka-mereka yang melakukan ini semua kelak di akhirat?. Siksaan model apa yang akan mereka terima kelak. Hiii... Mbah tidak berani membayangkan.


Selengkapnya...

13 July 2009

Kalau Penting Jangan SMS

Yahuhuhu… satu lagi kabar terlewat hanya gara-gara sms. Seorang kawan memberi informasi yang penting buat saya. Mungkin karena malam sudah menunjukkan pukul 11, jadi dia cuma kirim sms saja. Masalahnya hp saya kalau sms, nada deringnya cuma sebentar sekian detik. Dan saat sms itu masuk, saya sedang di kamar mandi, ndak kedengeran.

Baru besok paginya saya tahu kalau semalem ada sms masuk. Gawatnya sms itu penting. Kawan saya mengabarkan pada saat itu saya terlihat di tv dalam sebuah acara yang direkam sehari sebelumnya.. haa haa ha..

Boss.. kalau urusan semacem ini jangan sms dong. Telpon saja dong biar ndak kelewatan lagi. Ini adalah kesekian kalinya saya kelewat membaca sms karena tidak kedengaran. Ini juga kesekian kalinya berita penting tidak bisa langsung saya ketahui hanya gara-gara informasi melalui sms yang telat dibaca.

Saya pribadi lebih memilih menelepon kalau akan mengabarkan sesuatu yang penting. Peduli itu adalah tengah malam. Lagian biaya telpon sekarang juga ndak mahal. Karena seperti saya, dering telpon biasanya akan panjang dan berhenti ketika dimatikan atau terlalu lama tidak diangkat. Kalau sms kan biasanya cuma sebaris nada saja. Bisa juga dipakai nada yang panjang, tapi defaultnya biasanya pendek.
Selengkapnya...

About Me

My photo
Indonesia
Hanya orang biasa yang terdampar di dunia blog. Ingin selalu arungi dunia maya mencari lautan informasi sambil belajar dan berbagi yang bisa dibagi. Karena belajar tidak membuatmu berdosa... Karena berbagi pemikiran juga tidak berdosa...

Blogroll

 

Blog Archive

Followers

Site Info

Blogger Indonesia Edittag Site Meter Belajar SEO