12 May 2009

Jangan Menolak Rezeki

Suatu hari sepulang dari sebuah mini market, saya berjalan melewati seorang tukang becak yang sedang bersantai diatas becaknya dibawah pohon. Saya melihat dari jarak sekitar sepuluh meter... hmmm begitu damainya dia disitu, pikirku. Damai? ah salah ngomong mungkin si mbah ini. Tapi iya, damai..

Aku berpikiran dia tidak perlu pusing memikirkan masalah yang dibicarakan banyak orang di media. Masalah pemilu, masalah politik, masalah pembunuhan, masalah sembako, masalah saham dan sebagainya. Menurutku dia cuma berpikir bagaimana hari ini bisa makan, itu saja. Aku tidak tau bagaimana keluarganya, apa kebutuhannya, yang jelas dia dengan tenang duduk santai di atas benda roda tiga sebagai mata pencahariannya.

Beberapa langkah kakiku menjauhi dia, kulihat seorang ibu dengan barang belanjaan berat berkantung kantung menuju arah si tukang becak itu. Rupanya si ibu itu minta diantarkan pulang. Tapi alangkah kagetnya saya ketika pak becak menolak permintaan ibu tadi dengan alasan cuaca yang panas. Padahal saya yakin ibu tadi pasti membayar ongkosnya. Wah.. bener-bener santai dia.

Saya langsung teringat pesan almarhumah nenek. Beliau selalu menekankan agar jangan pernah menolak rezeki meskipun itu kecil dan tidak berarti nilainya bagi kita. Karena rezeki itu datangnya dari Allah swt yang maha kuasa. Bukan dari kucing tetangga.. haha. Rezeki itu datang dari mana saja, bisa lewat perantara orang yang dipilihnya seperti ibu tadi. Dan tukang becak itu menolaknya, padahal aku yakin dia mampu, tapi ditolak hanya karena malas. Entah apa yang ada dipikirannya.

------------
Setelah diterjemahkan dengan google translate, ini dia jadinya... haha

Do not Reject the provision

One day after a mini market, I walk through a muddy that carpenters are relaxing over becaknya under the tree. I see from the distance of about ten meters ... hmmm so damainya him there, pikirku. Peace? ah wrong ngomong this may be the champion. But yes, peace ..

I do not need to hold him dizzy to think of the problems that many people talking in the media. Election issues, political issues, the problem of murder, sembako issues, share problems and so forth. Menurutku he just thought how can this day to eat, that's it. I do not get how his family, what their needs, which clearly he quietly sat relaxed on the wheel of the three objects as pencahariannya eyes.

Some of the steps my feet clear of him, I saw a mother with a heavy goods berkantung shopping bag toward the direction of the paver is sloppy. Apparently the mother requested the return is delivered. But when I would pack kagetnya becak reject the request with the reason for the mother before the hot weather. In fact I believe the mother of yesteryear surely pay ongkosnya. Wah .. bener-bener relaxed him.

I remember the message almarhumah grandmother. He always emphasizes that never refuse food even if it does not mean that small and value for us. Because that provision comes from Allah swt that infinite power. Not a cat from a neighbor .. haha. Provision that comes from anywhere, via the intermediary can be the person chosen as the mother earlier. And the carpenters becak rejects, when he is able and willing, just as lazy. Somehow what is dipikirannya.

Comments :

0 komentar to “Jangan Menolak Rezeki”


Post a Comment