26 May 2009

Kecewa Mengagumi Superstar

Dalam perjalanan hidup ini, saya sangat mengagumi seorang seniman yang sampai sekarang masih eksis berkarya. Dia begitu terkenal hingga mempunyai jutaan fans diseluruh pelosok negeri ini. Sejak saya kecil hingga lewat separuh jatah usia hidup didunia tidak lepas mengaguminya. Mulai meniru penampilannya, mengoleksi karya-karyanya sampai menyaksikan banyak pertunjukannya. Poster-posternya juga setia menghiasi dinding kamar kerja ini.

Suatu saat saya coba mengapresiasikan rasa kagum dan penghargaan kepada beliau lewat sebuah karya. Dan perlahan namun pasti, ternyata karya yang saya hasilkan itu diterima oleh banyak orang. Bahkan karya saya sangat diakui dan mendapat predikat yang terbaik di kelasnya. Saya cukup bangga dengan kenyataan ini, karena membuat karya tersebut tidak lepas dari rasa kagum pada lelaki yang saya jadikan inspirasi tersebut.

Hingga suatu hari sebuah kesempatan emas datang. Saya diundang secara resmi oleh superstar tersebut. Mungkin sebagai ungkapan terima kasih beliau karena saya telah sedikit banyak mempopulerkan namanya di lingkup yang sekarang telah menjadi lahan informasi tercepat didunia. Atau hanya karena penasaran dengan saya hehehe. Hati ini dag dig dug mendengar kabar tersebut. Rasa bangga tentu saja menyelimuti seluruh jiwa dan raga (hehehe). Segera setelah semuanya diatur, akhirnya pertemuan itu terjadi.

Suasana yang menyenangkan dan welcome banget. Saya diterima dengan ramah bagai seorang sahabat meskipun belum pernah bertemu dan bertatap muka secara pribadi sebelumnya. Mulailah pembicaraan ringan mengalir dan mengalir begitu saja. Sampai pada suatu titik saya mendapati dia menguraikan prinsip yang sangat bertolak belakang dengan prinsip yang saya punya tentang kehidupan ini. Dia ternyata sangat jauh berbeda dari bayangan selama ini. Selama ini saya memandangnya sebagai superhero, superstar, pembela kebenaran, penyuara ketidak adilan.. pokoknya segala-galanya... Namun pada satu prinsip yang dia utarakan telah memutar balikkan rasa kagum saya menjadi rasa kecewa. Lho kok begitu...? lho kok begini...? mengapa dia tidak seperti bayanganku? mengapa dia memiliki prinsip yang sangat jauh dari harapanku...? Itulah pertanyaan yang muncul dibenakku saat bertatap muka dan ngobrol dengannya.

Dan usai pertemuan berjam-jam tersebut (yang memang khusus dia sediakan untukku), saya bersyukur impian untuk bertemu dan berfoto bersama telah terlaksana dan saya banyak mendapat pelajaran berharga. Saya begitu kecewa sebab sosok yang saya kagumi dan selalu saya pelototi ketika tampil di TV adalah manusia yang tidak sejalan dengan pemikiran hidup yang saya anut. Pemahaman yang telah tertulis dari langit dan dijalankan milyadan penghuni bumi ber abad-abad. Pemikiran duniawinya okelah masih saya kagumi sampai sekarang, namun pemikiran akhiratnya sangat saya sesalkan dan itu tidak banyak diketahui publik. Itulah yang membuat saya kini mulai membatasi dalam mengagumi seseorang terutama seniman besar yang sangat berpengaruh, berkharisma dan ramah itu.

Dalam perjalanan hari demi hari berikutnya, saya kadang tertawa sendiri melihat begitu antusiasnya para fans yang ingin bertemu dan menyelami kehidupan superstar itu. Andai mereka tahu kepribadiannya, mungkin banyak yang cukup jadi penonton saja bukan bermimpi atau mengejar-ngejar dan memburu setiap langkah idolanya. Penampilan didepan publik memang kerap menipu, meskipun sang public figure itu tidak bermaksud menipu, namun image yang terlanjur tertanam di benak penggemar menjadikan dia laksana dewa yang harus diikuti apa saja perkataan dan perintahnya. Dan karya yang dihasilkannya secara tidak langsung menciptakan image tentang kepribadian yang sebenarnya walaupun ternyata jauh berbeda.

Dan semua ini menjadi pelajaran berharga untuk saya dan mungkin pembaca tulisan ini. Bagi saya mengagumi seseorang public figure atau superstar cukuplah sebatas prestasi atau keindahan karyanya, dan bersiaplah kecewa apabila pribadinya jauh dari bayangan seperti pengalaman saya ini.

Comments :

2 komentar to “Kecewa Mengagumi Superstar”

Itu namanya munafik.
Kalau seseorang dikagumi apabila pikiran, ucapan, serta tindakannya sama alias tidak berbeda.....
Jadilah anda orang yang "talk the walk and walk the talk"
Ok........

call me "maspoedjo" said...
on 

okee bosss

Mbah Ngepot said...
on 

Post a Comment