27 May 2009

Menganut Paham DoFollow Atau NoFollow

Saya baru saja ngeblog di tempat ini meski saya juga sudah memiliki blog lainnya yang berusia tahunan. Blog baru ini mungkin akan saya jadikan ajang eksperimen. Tapi yang utama adalah meluapkan pemikiran saya seluas-luasnya tanpa batasan tema tertentu. Makanya saya sebut blog Ngepot hehehe.

Nah salah satu ekperimen yang coba saya terapkan adalah tentang dofollow dan nofollow. Saya rasa sudah banyak yang tahu tentang dofollow dan nofollow ini. Kalau belum tahu coba baca di sini tentang U comment I follow. Atau search saja di google dengan keyword nofollow dan dofollow.

Nofollow adalah settingan default pada blog ini. Jadi pemahaman yang saya dapatkan tentang nofollow adalah berarti setiap kita menulis komentar di blog yang memakai atribut nofollow, spider search engine diperintahkan untuk tidak menelusuri suatu link yang kita sertakan. Ini bermaksud untuk menghindari spam dari komentar. Lalu dofollow adalah kebalikannya. Jadi bila saya berkomentar di blog dengan status dofollow, maka saya akan mendapatkan backlink dari blog tersebut. Dan kemungkinan besar hasilnya adalah postingan di blog penganut paham dofollow akan kebanjiran komentar. Untuk lebih jelasnya silahkan baca di link yang saya letakkan diatas ya, lagian sudah banyak sekali yang membahas detail mengenai dofollow dan nofollow.

Dari dulu saya ragu untuk menerapkan atribut dofollow ini, apalagi blog-blog saya sebelumnya sudah mentereng (hehehehe) di dunia maya. Kabarnya salah satu ancaman dari penggunaan atribut dofollow yang saya tahu adalah menurunkan page rank. Mungkin sedih ya bila kita punya blog dengan page rank 4, lalu eksperimen memasang dofollow, dan tak lama kemudian page rank anjlok bahkan menjadi nol. Namun ada juga yang page rank nya tidak melorot, bahkan cenderung stabil setelah dipasang dofollow. Pada intinya kita tidak tahu pasti rahasia mengenai cara penghitungan page rank ini.

Jadi daripada bermain-main dengan blog-blog lama saya yang sudah punya page rank tinggi, maka saya buat blog baru saja. Lagian di blog Ngepot ini saya memang berencana merepresikan seluruh unek-unek yang mengendap lama. Dan saya tidak peduli dengan page rank dan sanak saudaranya. Dan uji coba saya menerapkan dofollow di blog ini adalah semacam membuka pintu untuk setiap suara yang masuk.

Seperti presiden, menerapkan paham dofollow diblog (baca: negara) adalah seperti telinga saya terbuka menerima keluh kesah yang diucapkan rakyatnya. Dan sebagai presiden, saya akan memberi hadiah pada rakyatnya yang bersuara disini.. Hahahaha.. andai ini terjadi didunia nyata ya. Andai presiden baru kita nantinya setiap di komentari selalu memberi hadiah... andaiiiiiii...

Tips:
Cara yang saya lakukan untuk merubah nofollow menjadi dofollow pada blog ini:

1. Login dalam account blogger.com

2. Masuk ke Layout-> Edit HTML-> centang Expand Widget

3. Cari kode <a expr:href=’data:comment.authorUrl’ rel=’nofollow’> (Untuk memudahkan, silahkan copas kode itu dalam search box di browser Anda)

4. Hapus tulisan
rel=’nofollow’

5. Maka hasil akhirnya adalah
<a expr:href=’data:comment.authorUrl’ >

6. Save dan selesai. Blog Anda sudah menjadi DoFollow

Kalau mau mengembalikan ke settingan semula menjadi nofollow, ya tinggal dikembalikan saja ke kode asalnya.

Comments :

3 komentar to “Menganut Paham DoFollow Atau NoFollow”

pertamaXX...................

wah blog dofollow emg keren......

ntar aku coba deh... jadi penganut dofollow...

siip bro... nicepost...

wisata-riau said...
on 

mwehehehe... tetep dofollow lebih banyak manfaatnya daripada mudhorotnya mbah...

zujoe said...
on 

hehehe... begitu ya.. amiiin :D

Mbah Ngepot said...
on 

Post a Comment