12 May 2009

Politik dalam Politik

Rame-rame politikus berbicara tentang politik membuat panas dingin penontonnya, termasuk saya. Yang dulu musuhan, sekarang baikan. Yang dulu baikan, sekarang musuhan. Semua maunya jadi presiden, kenapa berat sekali rasanya untuk jadi wakil presiden?

Yang satu merasa kuat sehingga beranggapan bisa mengatur yang lemah. Yang lemah, ya lemah.. tapi mereka punya senjata yaitu koalisi. Ngepot kanan ngepot kiri, mencari teman mencari lawan. Buseeett... politik kok jadi ladang mencari uang ya?.

Mau dibawa kemana bangsa ini kalau semua berebut kekuasaan yang hanya berlaku 5 tahun kedepan, atau 10 tahun kedepan (itupun kalau terpilih lagi). Ternyata waktu yang singkat itu bisa membuat para politikus itu terlena. Harta dunia dan kekuasaan jadi rebutan... lalu jatuh karena wanita... hahahaha...

Hati-hati boss, jangan main golf sembarangan. Antek-antek mereka ada dimana-mana. Kalau ada yang tidak senang bisa mampus ente. Jangankan dipancing dengan caddy, kalau sudah niat, tukang pijet pun jadi..

-----------
Setelah diterjemahkan dengan google translate, hasilnya:

Politics in the political

Rame-rame politician talk about creating political hot penontonnya cold, including me. The first musuhan, now baikan. The first baikan, now musuhan. All free so the president, why it's very heavy to be vice president?

Feel strongly that one can set the size so that the weak. The weak, so weak .. but they have weapons that coalition. Ngepot right ngepot left, looking for friends looking for opponents. Buseeett ... political field so I do find the money?.

How was the nation where this fight, if all the powers only apply to 5 years, or 10 years (if elected itupun more). In fact a short time it can make the politicus that terlena. Property and the seizure of power so ... ago because women fall ... hahahaha ...

Be careful boss, do not play golf course markets. Lackey lackey-they have everywhere. If there are not that happy mampus can ente. Isn'T be the caddy, the intention is, so no carping pijet ..

Comments :

0 komentar to “Politik dalam Politik”


Post a Comment