12 June 2009

Kenapa TKI Begitu Pulang Logatnya Berubah?

Kadang saya heran... Ada seorang teman yang puluhan tahun hidup di desa. Suatu saat dia berkesempatan jadi TKI di negeri seberang. Negeri yang masih serumpun dengan Indonesia. Cuma 3 tahun disana menjadi mandor dan dia pulang. Setelah dia sampai kembali di tanah air, dia kontak-kontak kawan-kawannya disini termasuk saya via sms. Dia mengundang kita untuk hadir dalam acara sukuran yang diadakannya.

Jadilah saya berangkat ke kampungnya. Kangen juga sih lama tidak ketemu dan ngobrol-ngobrol. Selama ini kalau berkomunikasi hanya menggunakan sms atau email.

Akhirnya saya bertemu dengannya. Ndilalah.. kok berubah??. Bukan penampilannya, tetapi bahasanya. Logat bahasa dia menjadi persis dengan logat melayu ala negeri jiran sana. Ketika aku ajak ngobrol dengan bahasa Jawa, dia malah membalasnya dengan bahasa Melayu. Padahal dahulu dia fasih sekali berbahasa Jawa. Ajaibnya dia hanya 3 tahun di negeri jiran, mengapa bisa begitu mudah logatnya berubah atau sengaja dirubah?. Kerenan mana sih?.

Saya sendiri pernah 15 tahun tinggal di Jakarta, tetapi tetap tidak pernah bisa merubah logat saya menjadi logat Jakarta-an.. Saya masih menggunakan logat Jawa yang kental dimanapun saya berada dan berkomunikasi meskipun lingkungan saya adalah orang Betawi dan Sunda. Karena apa? karena inilah akar saya. Saya berpikiran, mengapa harus malu dengan kenyataannya?. Saya lahir dan besar di Jawa, maka saya bangga dengan logat saya. Saya tidak berusaha merubahnya biarlah mengalir apa adanya. Saya memilih pakai bahasa Indonesia dengan gaya berbicara yang medok banget. Kalau saya memaksakan memakai logat betawi mungkin bisa saja, tapi malah kedengaran lucu dan bisa-bisa jadi bahan tertawaan.

Kembali pada kawan saya tadi. Ternyata yang seperti dia banyak. Kebanyakan rata-rata para TKI 'lulusan' negeri jiran kalau sudah pulang ke Indonesia lebih memilih berkomunikasi pakai logat atau bahasa sana. Kenapa tidak pakai bahasa Indonesia saja pak Cik?? hahaha. Malu??.. Padahal sejujurnya saja, logat negeri seberang itu jadi lucu kalau kita yang mendengarkan.

Comments :

8 komentar to “Kenapa TKI Begitu Pulang Logatnya Berubah?”

Menurut aku seh tuh orang banyak gaya. Jangankan TKI, orang dari desa yg ke jkt 1thn trus pulang kampung udah ada logat elu,gue,sih,dong(jijay bnget) kadang kalo aku nengok orng gt bisa ketawa sndiri hehehe. Aku aja dr kecil hdp di perantauan gak bisa lupa bahasa asalku(bahasa yg pertama kali saya belajar bicara) padahal d perantauan gak pernah ngmng bhs daerahku.
Sampe mimpi ngigaupun mash pake bhs daerah hehehe

edylaw said...
on 

betul boz,. tapi tetap love budaya indonesia,. gd lck,.

ritz said...
on 

tetep kerenan boso jowo... sama boso bugis hohoho...

zujoe said...
on 

wah sangat disayangkan identitsa bangsa ini harus tetep dipertahankan dan dijaga. jaga cepet menghilang. saya tetep cinta indonesia

Awal Sholeh said...
on 

boso jowo is the best... sangat disayangkan kalo bahasa asline ilang.. weleh.. weleh....

kucrit said...
on 

Ya nggak mestilah, tergantung orangnya....
Lha wong banyak yang sudah jadi warganegera lain nggak ilang bahasa jawanya contohnya yang tinggal di Suriname (Belanda) malah disana bahasanya bahasa jawa........

call me "maspoedjo" said...
on 

ya.. tidak semua begitu.. tapi sebagian besar yang mbah jumpai kok begitu ya...? terutama "lulusan" negeri jiran seperti malingsia eh malaysia atau brunei...

Mbah Ngepot said...
on 

ya ada orang yang mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitar dan ada juga yang gak, jadi gak bisa di salahin juga.mungkin kalo mbah ngepot orang nya gak gampang terpengaruh dengan lingkungan sekitar ya...

Bloggis said...
on 

Post a Comment