4 June 2009

Ketololan Omni International Hospital Tangerang

Semua pasti sudah tahu kasus yang menimpa Prita Mulyasari. Karena menulis surat keluhan terhadap kinerja RS Omni International Tangerang yang disebarkan kepada teman-temannya melalui email, maka dia dituntut oleh rumah sakit itu dengan tuduhan pencemaran nama baik. Dan Prita dipenjara..!

Sekarang karena gempuran dari masyarakat umum juga media massa serta banyak pejabat tinggi negara ikutan ngomong, akhirnya status tahanan penjara wanita dirubah menjadi tahanan kota sejak 3 Juni 2009. Dan Prita bisa pulang dan berkumpul dengan keluarganya kembali sambil menunggu proses sidangnya.

Berikut ini beberapa ketololan-ketololan yang dilakukan RS Omni International terhadap kasus pembungkaman kebebasan bersuara yang menyita perhatian publik ini:

1. Tolol memilih waktu
RS Omni International Tangerang begitu tololnya untuk menuntut Prita sehingga dipenjara pada waktu yang salah. Prita masuk penjara sejak 13 Mei 2009. Pada masa itu kita mulai jenuh dibuai dengan rayuan-rayuan manusia yang berebut jabatan sebagai penguasa negeri ini. Juga belakangan kita juga dicekoki dengan masalah Manohara dan Ambalat yang membosankan. Publik sudah jenuh dan mencari berita yang fresh. Maka begitu kasus ini diketahui publik, perhatian lebih memilih fokus pada masalah Prita yang jelas memiliki keunikan tersendiri karena jauh dari rasa keadilan.

2. Tolol memilih sasaran
RS Omni International Tangerang begitu tololnya memilih Prita Mulyasari sebagai 'sasaran'. Seperti kita ketahui, Prita hanyalah ibu rumah tangga biasa yang masih mempunyai 2 anak usia balita. Kehidupannya juga sederhana, jauh dari aroma kemewahan. Karena inilah maka publik jelas akan lebih simpati pada Prita dibanding RS Omni International yang lebih terkesan mewah dan hanya menyentuh kalangan berduit banyak. Dimana-mana yang lemah dan tidak berdaya jelas lebih didukung dibanding yang kuat dan semena-mena.

3. Tolol memilih kasus
RS Omni International Tangerang begitu tololnya memilih kasus ini untuk dibawa ke pengadilan. Sebenarnya kasus ini terasa sepele. Prita sebagai konsumen hanya mengkritik kinerja RS Omni yang dirasa merugikannya, kita semua juga sering melakukan hal yang serupa. Seharusnya RS Omni memilih cara yang lebih bijak menanggapinya. Cukup mengirimkan surat balasan konfirmasi kepada Prita atau mengundangnya berbicara langsung face to face antara Prita dan RS Omni. Saya yakin kalau cara itu yang ditempuh, maka akan didapat hasil yang bersifat kekeluargaan.

Beberapa ketololan-ketololan yang dilakukan Omni International Hospital, Tangerang dalam menyikapi email dari Prita Mulyasari tentu sangat mudah dilihat oleh publik. Rasa simpati yang begitu luas langsung mewabah. Apalagi awal mula masalah ini dari sebuah email, maka para blogger Indonesia dengan cepat memberi respon yang disebar setiap saat - setiap detik, seperti postingan saya ini.

Dan... masalah ini juga menarik simpati pejabat tinggi negara. Bayangkan saja, seorang Presiden ikut bicara masalah ini, begitu juga Wakil Presiden, juga kepala Polisi, kepala Kejaksaan Tinggi, mentri-mentri.... Menjadi HOT ISSUE di hampir seluruh media massa..... Luar biasa. Khusus Presiden dan Wakil Presiden, kasus ini tentu menjadi ladang kampanye mereka, bukankah mereka akan bertarung dalam pemilu nanti?. Sedikit banyak para calon presiden itu akan dikenang sebagai orang yang peduli pada kaum yang lemah. Semoga bukan kali ini saja ya.

Kembali pada Omni International Hospital, Tangerang.... mereka justru menggali kuburannya sendiri. Kasus ini jelas membuat namanya hancur lebur jadi bubur... Siapa yang tidak mengutuk dan mencaci RS Omni sekarang? Siapa yang tidak menghina dokter-dokter yang ikut memperkarakan masalah email keluhan ini? Sungguh RS Omni begitu bodoh dan tolol... Manajemen model apa yang mereka pakai? Apapun hasil persidangan nantinya, saya berharap Prita Mulyasari melakukan tuntutan balik dengan nominal yang luar biasa. Dan kalau menang, biar RS itu sekalian bangkrut.. kolaps...

Satu lagi.... apakah RS Omni akan menuntut Mbah Ngepot karena tulisan ini????... Kurang dalem apa kuburannya? Apakah kalau Mbah ikut dituntut, mungkinkah Mbah Ngepot ikutan ngetop... dapet laptop.... masuk TV..... disalami pejabat tinggi???... hahahahahahahaha.....

Comments :

4 komentar to “Ketololan Omni International Hospital Tangerang”

Wahh.. Emang ada2 tuh rs omni, mau nya untung tapi malah buntung

Herry said...
on 

yang gila lagi.. jaksanya... pasti terima uang suap dari rs untuk melancarkan kasus ini... sinting

Mbah Ngepot said...
on 

mantap tulisan nya Mbah.. hahha. emak mungkin begitu cara Manajemen RS tersebut , Rencana mau menutup kesalahan malah kena sendiri kalo bahsa gaulnya tuan makan senjata ... eh salah senjata makan tuan :) sekian Laporan dari Ruang Kita :))

Ruang Kita said...
on 

hahahaha.. dunia sudah morat marit...

Mbah Ngepot said...
on 

Post a Comment