7 June 2009

Lagu Itu Menipuku

Musik dan lagu tidak lepas dari kehidupan sehari-hari. Jaman dulu saya aktif bermusik, tampil di satu pentas ke pentas yang lain. Tentu saja harapannya bisa ngetop, tapi ada daya musik yang saya hasilkan tidak diterima banyak orang.. hehe. Jadi sekarang bisanya cuma tampil di acara-acara komunitas tertentu serta kontak-kontak saja dengan teman-teman yang kini adalah musisi top tanah air ini. Dan kalau nganggur cukup mengamati perkembangan musik yang ada.

Jaman dulu (hehehe) asik sekali dengan lagu-lagunya God Bless. Lagu Huma Diatas Bukit yang ngetop di tahun 80-an (kalo gak salah) begitu menghantui hari-hari mbah saat itu yang masih remaja. Hingga suatu hari mbah tidak sengaja mendengarkan lagu barat di tape recorder milik teman. Lho.. kok seperti tidak asing dengan melody ini ya..?. Ternyata lagu Firth Of Fifth dari Steve Hackett yang mbah dengarkan pada bagian tengahnya mengusung melody gitar yang nadanya 90% persis plek dengan melody pada lagu Huma Diatas Bukit nya God Bless. Ini siapa yang jiplak ya?. Mbah tidak tahu siapa yang duluan rilis lagu ini. Sampai suatu hari mbah menghubungi salah satu personil God Bless yang juga teman mbah. Ngobrol ini itu dan menjurus pada melody Huma Diatas Bukit. Mbah menyindir, "lu jiplak ya melodynya Steve Hackett?". Si musisi cuma ketawa dan berkata, "tau aja lu Mbah..!". Wah..? hahahaha.

Saat ini mbah sumpek dengan lagu-lagu baru dari penyanyi-penyanyi baru yang muncul seperti jamur. Tapi ada yang cukup mbah perhatikan. Grup musik Dewa (atau Dewa 19? mbuh bingung) yang dikelola oleh Ahmad Dhani arek Suroboyo itu. Gila, band ini keren dan profesional sampai-sampai lagunya band Inggris legendaris Queen berjudul I Want To Break Free dibeli hak ciptanya dan dinyanyikan ulang oleh Dewa. Hebat, dan mbah yakin nilai pembeliannya sangat mahal. Namun perlahan mbah kaget juga setelah mendengar lagu mereka yang berjudul Cintaku Tertinggal Di Malaysia. Karena lagu itu persis plek dari awal sampai akhir dengan lagu barat berjudul Ruthless Queen yang dinyanyikan grup band Kayak. Juga lagu Jika Surga Dan Neraka feat alm. Chrisye yang sama persis musiknya dengan lagu Tears Never Dry dari Stephen Simmonds & Lisa Nilsson. Hanya saja bahasa dan liriknya berganti Indonesia. Ini bagaimana? Apa Dewa menjiplak atau juga membeli licence dari label band/penyanyi tersebut?. Mbah belum sempat konfirmasi karena terkesan tidak terbuka. Namun ternyata di internet banyak yang menghujat Ahmad Dhani, kata mereka dia suka menjiplak juga mencomot bagian-bagian musik barat dan digabung-gabungkan menjadi sebuah lagu. Seperti lagu Munajat Cinta.

Belakangan Dhani meluncurkan lagu Madu Tiga karya aktor dan penyanyi legenda Malaysia alm. P. Ramlee. Beliau kalau disini mungkin sejajar dengan alm. Benyamin Sueb, pemain film komedi juga penyanyi. Lagu Madu Tiga langsung saja menuai tuduhan negatif. Dhani dianggap mencuri lagu tersebut. Namun kenyataannya dalam kasus ini Dhani benar-benar membeli hak ciptanya.

Selain Dhani kita juga sudah sering mendengar penyanyi/band lain yang hobi menjiplak. Seperti D'massive yang mencomot bagian-bagian lagu lain dan digabung-gabungkan. Bahkan yang parah adalah bang Haji Rhoma Irama. Dia ini dulu sering banget jiplak lagu India dan dinyanyikan menjadi lagu dangdut. Tak terhitung berapa banyak dan rata-rata lagu jiplakan itu ngetop semua disini.

Namun kita juga bisa bangga. Ternyata musisi Indonesia bukan cuma bisa menjiplak, tapi bisa juga dijiplak. Masih ingat kasus lagu anak-anak berjudul Tukang Bakso dan Bintang Kejora yang digabung lalu dinyanyikan oleh penyanyi Malaysia bernama Saiful Apek tanpa ijin?.

Dan yang masih seger adalah lagunya duo Ratu yang dipimpin oleh Maia (sebenarnya ejaannya adalah Maya) mantan istrinya Ahmad Dhani. Lagu ini saat Maia masih berduet dengan Mulan Kwok yang kini menjelma jadi Mulan Jameela. Lagu berjudul TTM (teman tapi mesra) itu akhir-akhir ini kita tahu dinyanyikan oleh grup musik Swedia bernama LadyLike menjadi lagu berjudul Dreaming Of The Time. Namun tidak jelas apakah lagu TTM murni dijiplak atau malah dijual. Sebab pencipta lagu dan penyanyi aslinya tidak pernah memberi konfirmasi.

Tapi yang sudah jelas dan sudah dikonfirmasi adalah lagunya maestro musik balada Indonesia. Siapa lagi kalau bukan Iwan Fals. Lagunya pentolan OI (ormas Orang Indonesia - kelompok fans Iwan Fals) ini pada 2008 kemarin murni dijiplak oleh penyanyi India. Lagu Bongkar yang legendaris itu dijiplak oleh India menjadi lagu berjudul Oya Oya. Musiknya sama persis cuma ada bagian-bagian sedikit yang berubah dan menjadi lebih riang (padahal aslinya lagu balada). Juga bahasa yang dipakai adalah bahasa India. Iwan Fals sendiri sudah mengkonfirmasi kalau lagu itu murni dijiplak dan sedang dalam proses.

Lucunya.. nah lucunya... penyanyi 'Bongkar' jiplakan ini adalah sama dengan penyanyi 'Tak Bisakah' jiplakan yaitu penyanyi India bernama Kay Kay. Lagu Tak Bisakah adalah lagunya band Peterpan yang terang-terangan dijiplak habis oleh musisi India menjadi lagu berjudul Kya Mujhe Pyar Hai. Bahkan pada waktu itu sampai menempati tangga lagu teratas di India. Namun masalah penjiplakan lagunya Peterpan ini sudah diselesaikan. Mungkin India sudah membayar hak ciptanya ya.

Buseeeeeett... Kita yang doyan menjiplak, sekarang kena karmanya. Makanya kreatif. Bikin lagu murni asli karya sendiri. Meski nggak enak didengarkan, tapi kan bangga kalau karya sendiri. Begitu sudah dijiplak, pasti ngenes deh. Yang nggak hobi menjiplak juga kena getahnya..

Mending lagunya Mbah Surip... bangun tidur.. tidur lagi... HAHAHAHA.. Walaupun liriknya sederhana tapi murni orisinal bukan jiplakan..

Dan mau tahu lagu apa yang asik mbah dengarkan sekarang? Yaitu lagu Kepompong. Dulu mbah kira ini lagunya idola cilik atau apa namanya, ternyata ini lagunya band Sindentosca. Lagu beginian yang mbah suka. Bukan cinta-cintaan gombal, tapi tentang persahabatan dan bukan jiplakan. Ndak papa kan meski mbah sudah tua, tapi asik dengan lagu-lagu anak muda? huahahahahaha

Comments :

0 komentar to “Lagu Itu Menipuku”


Post a Comment