2 June 2009

Menulis Komplain di Internet Malah Dipenjara

Itulah yang dialami oleh Prita Mulyasari, seorang ibu 32 tahun dengan dua anak yang masih balita. Dia kini ditahan di penjara wanita Tangerang sejak 13 Mei 2009 menunggu persidangan berlangsung Kamis mendatang. Prita dijerat pasal 27 Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Lho kenapa?. Ini semua karena Prita mengirimkan e-mail berisi komplain terhadap pelayanan rumah sakit Omni International, Alam Sutera, Tangerang.

Gara-gara keluhan dan komplain yang bisa dibaca di suara pembaca detik.com ini, dia kemudian digugat oleh pihak rumah sakit Omni karena dianggap mencemarkan nama baik rumah sakit tersebut. Dan Prita kalah di persidangan perdata, kemudian naik banding. Dan... sekarang dia ada di penjara sebagai tersangka pencemaran nama baik.

Dunia sudah sarap.. dimana kebebasan bersuara kalau sebuah pendapat bisa menjadi ancaman untuk diri sendiri. Seorang ibu dengan anak-anak yang masih kecil harus mendekam dipenjara karena menulis keluhan kritis. Sedangkan ratusan koruptor yang membuat sengsara seluruh lapisan masyarakat malah dibiarkan berlenggang di mall-mall.

Mungkin kasus seperti ini menjadi contoh kalau rasa keadilan di sini masih pilih kasih. Namun kejadian ini bukan halangan untuk bebas bersuara kalau dirasa ada yang tidak beres dalam kehidupan disini. Asalkan suara kita benar dan bukan rekayasa, kenapa harus takut?. Malah kondisi ini makin membuat kita semakin berani melawan ketimpangan seperti ini kan?.

Info terkait bisa dibaca di :
- Ndorokakung
- Tikabanget
- Koran Tempo
- Detikinet
- Seruan di Facebook

Dibawah ini adalah banner dukungan untuk kebebasan Prita Mulyasari. Klik banner ini dan Anda akan menuju situs berisi model banner-banner lainnya.

Comments :

2 komentar to “Menulis Komplain di Internet Malah Dipenjara”

kasian juga yah....

RanggaGoBloG said...
on 

iya.. yang punya uang . yang punya kuasa... hukum bisa dibeli

Mbah Ngepot said...
on 

Post a Comment